HUT Rohul ke 16, Komitmen, Konsisten dan Action Sebagai Pondasi Pembangunan
Portalriau.com - ROKAN HULU - Upacara Hari Ulang Tahun (HUT) Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) ke 16 Tahun 2016, dibutuhkan komitmen, konsisten dan action sebagai pondasi pembangunan Negeri Seribu Suluk serta dituangkan dalam misi-misi pembangunan di Rohul.
Itulah amanat Inspektur Upacara (Irup) HUT Rohul Bupati Rohul Achmad di Kantor Bupati Rohul, Senin (12/10), tampak hadir dalam kegiatan, Wabup Rohul Hafith Syukri, Ketua DPRD Rohul Nasrul Hadi, Sekda Rohul Damri Harun, Forkopinda Rohul, Kepala Dinas, Badan, Kantor di Lingkungan Pemkab Rohul, tokoh adat, tokoh agama, Para Anggota DPRD Rohul, mantan-mantan pejabat terus Rohul, masyarakat Rohul baik yang di Pekanbaru dan Jakarta serta ribuan peserta upacara baik dari kalangan PNS, tenaga honorer, para pelajar dan lainnya.
Dalam kesempatan itu, disampaikan Achmad dalam amanatnya, kalau otonomi daerah itu menjadi rahmat bagi Kabupaten Rohul, sesuai dengan UU Nomor 32 tahun 1999, Rohul mekar dari Kabupaten Kampar, ini membuktikan sebagai bentuk kesempatan bagi daerah untuk hidup mandiri dan membangun dengan sebaik mungkin sesuai dengan visi daerah menjadi kabupaten terbaik di Provinsi Riau tahun 2016.
Lanjut Achmad dalam amanatnya, upaya yang dilakukan untuk membangun daerah yakni peningkatan kualitas aparatur, sebab mustahil rasanya tercipta clean and good governance dengan tanpa menerapkan sistem Elektronik (e-Governencae), tahun 2014 lalu, Rohul menjadi kabupaten terbaik dalam penerapan e-governance terbaik di Provinsi Riau.
"Seluruh transaksi kegiatan di Pemkab Rohul, baik pengadaan, barang jasa, keuangan, perizininan, pelayanan masyarakat dan lainnya sudah menerapkan sistem online, sehinngga tercipta transpransi publik serta bebas praktek-praktek korupsi," paparnya.
Seterusnya dijelaskan Bupati Rohul untuk program-program pemberantasan kemiskinan, kini Pemkab Roohul mengentaskan kemiskinan melalui program Kredit Koperasi Primer Anggota (KKPA) di perkebunan kelapa sawit, sehingga sekitar 15 ribu warga Rohul ekonomi telah berobah secara signifikan, ada juga program tanaman holti kultura, meski tahun 2015 Rohul sudah menjadi swasembada pangan, namun beras Rohul diganti label pengusaha dengan nama produk beras lainnya, karena harga beras Rohul harga mahal.
"Kondisi ekonomi masyarakat kini dalam keadaan morat-marit akibat anjloknya harga Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit dan karet, maka adanya program pengembangan tanaman kacang tanah, jagung, kedelai, ini sebagai antisipasi tatkala harga komoditas kelapa sawit dan karet turun harganya," ulasnya.
Diutarakannya, untuk peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM), melalui pendidikan, sejak tahun 2006 lalu, kalau 25 samapi 27 persen APBD dialokasikan untuk pendidikan, Rohul ini juga terbukti satu-satunya kabupaten pemekaran yang memiliki lima perguruan tinggi, yakni Universitas Pasir Pangaraian (UPP), Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Tuanku Tambusai, Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Rokania, Sekolah Tinggi Playing School dan Institut Sains Alquran (ISQ).
"Rohul satu-satu pemerintahan di Indonesia yang memasukkan pendidikan agama ke sekolah umum, seperti tauhid, akidah, fiqih, Akkhlak Sejarah Kebudayaan Islam (SKI), maka Rohul mendapat penghargaan Apresiasi Pendidikkan Islam (API) dari Menteri Agama di Pulau Sumatera jatuh kepada Rohul," bebernya.
Pendidikan di Rohul juga dikalaborasikan dengan sistem Tekhnologi Informasi (IT), sambungnya, untuk infrastruktur pendidikan, tidak ada lagi sekolah yang beratap daun, tidak ada lagi sekolah berdinding papan, tidak ada lagi sekolah yang berlantaikan tanah, Pemkab Rohul sudah mencanangkan program wajib belajar 12 tahun. Padahal pemerintah pusat baru menerap pendidikan wajib 9 tahun.
Di sisi lain, kata Achmad untuk infrastruktur air bersih sekitar 85 persen masyarakat Rohul sudah menikmati air bersih, untuk energi listrik sekitar 80 persen sudah menimkmati listrik, bahkan untuk energi terbarukan di Desa Rantau Sakti, Kecamatan Tambusai Utara menjadi contoh nasional untuk pemanfaatan limbah cair untuk energi terbarukan.
Termasuk pemberdayaan otonomi desa dengan melaksanakan sistem anggaran desa, Pemkab Rohul sudah membuat Anggaran Dana Desa (ADD), Rp 500 juta sampai Rp 600 juta per desa, kemudian menggerakkan ekonomi desa, Pemkab Rohul sudah memiliki Badan Usaha Milik Desa (BUmDes) dan sudah menjadi percontohan nasional, lebih seribu orang tenaga kerja ditampung melalui program BUmdes.
" Tidak itu saja pemberian atau pelimpahan wewenang atau kebijakan kepada camat dan kepala desa, termasuk dengan memberikan perizinan secara gratis, sehingga investasi dengan mudah masuk ke Negeri Seribu Suluk," paparnya.
Kini ada Masjid Agung Madani Islamic Center (MAMIC) Rohul sebagai ikon bagi masyarakat Rohul, setiap tahun pengurus MAMIC membagikan hewan korban kepada pengurus masjid di Rohul yang tidak memiliki hewan qurban, MAMIC Rohul selain sebagai tempat ibadah mahdoh, juga berfungsi sebagai wisata religius, bahkan zakat mal juga diberikan untuk masyarakat usaha dan ekonomi produktifnya dibagikan ke seluruh lapisan yang kurang di Kabupaten Rohul. "Bahkan pada satu Muharam ini di MAMIC Rohul akan ada program pra nikah keluarga sakinah mawaddah warohmah dengan mempersiapkan Calon Pengantin (Catin) ada kursur Catin, setelah ditatar selama tiga hari baru ada sertifikat untuk melangsungkan pernikahan," pungkasnya.
Usai menyampaikan, amanat Bupati Achmad di dampingi pejabat-pejabat teras Rohul menanda tangani prasasti beberap bangunan Pemkab Rohul seperti MAMIC, Lapangan Rantau Baih, Komplek Bina Praja Rohul, Kampus ISQ Rohul dan bangunan-bangunan lainnya.
Terlihat ratusan pelajar tingkat sekolah dasar melakukan tari masal di hadapan para pejabat-pejabat Rohul, beragam ciri khas Melayu dan adat Rohul di tampil, termasuk makanan dengan 16 tempat makanan di berikan untuk para pejabat teras Rohul, kemudian tampak tari kipas dan kain panjang terlihat anak-anak riang menampilkan tarian masiang-masing yang di bawah binaan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) dan Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Rohul.
Tidak itu saja, juga ditampilkan Marching Band dari Gita Praja Satpol PP Rohul di bawah binaan Kepala Satpol PP Rohul Roy Roberto, penampilan pra layang, kemudian ada penampilan budaya Jawa Reok Ponorogo serta beragam penampilan-penampilan lainnya. (DPR/Adv/humas)