Pelalawan Terang Buktikan  Pelalawan Jadi Terang Benderang

Pelalawan Terang Buktikan Pelalawan Jadi Terang Benderang

 

PORTAL RIAU, PELALAWAN - Sebelum diprogramkan dan dilaksanakannya Pelalawan terang oleh Pemkab Pelalawan terlihat kondisi penerangan terjadi krisis listrik ditengah masyarakat dipedesaan di Kabupaten Pelalawan dimana para warga didesa-desa  iuran bersama untuk menghidupkan mesin diesel agar rumahnya teraliri listrik. Kondisi ini tentu membutuhkan biaya yang sangat besar karena menggunakan bahan bakar minyak yang dibeli secara pribadi. Melihat kondisi terjadi krisis listrik di Pelalawan itulah, Bupati Pelalawan M. Harris menginisiasi didirikannya Pembangkit Listrik Tenaga Mesin Gas (PLTMG) Langgam Power di kecamatan Langgam. Dia sangat prihatin melihat jumlah rumah tangga di Kabupaten Pelalawan yang teraliri listik 24 jam baru mencapai 21,17 persen yang terendah di Riau sebelum diresmikan PLTMG tahun 2013 lalu.  

 

 Program "Pelalawan Terang" sebagai upaya Pemkab memfokuskan peningkatan elektrifikasi rumah tangga untuk meningkatkan aktivitas perekonomian dan aktivitas sosial masyarakat dengan menggagas memanfaatkan sumber daya alam berupa gas yang tersedia di Kecamatan Langgam.Pemkab Pelalawan memberdayakan  Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Tuah Sekata menggandeng PT. Navigate Energy. PT. Langgam Power kemudian dijadikan pengelola konsorsium dua perusahaan itu.Kemudian kebutuhan gas dipasok dari PT. Energi Mega Persada (Kalila). Pada tahap awal PLTMG tersebut dibangun dengan kapasitas 15 MW yang telah dioperasikan sejak Agustus 2013. Pemerintah daerah menargetkan bahwa sampai dengan 2016 setidaknya 50 persen rumah tangga di Kabupaten Pelalawan telah menikmati listrik 24 jam. 

 

Akan tetapi, di luar dugaan ternyata PT Langgam Power mampu melebihi target dimana sejak awal beroperasinya pembangkit listrik ini maka kekurangan daya listrik di Kabupaten Pelalawan umumnya dan diPangkalan Kerinci khususnya mulai teratasi. Jika pun terjadi listrik padam, hanya disebabkan gangguan jaringan. Kondisi  tingkat elektrifikasi Kabupaten Pelalawan pun sudah mulai mencapai 34,41 persen hingga kemudian melebihi 50 persen tahun 2014."Allhamdulillah, pada 2014, sudah 64 persen masyarakat Pelalawan yang menikmati listrik," kata Bupati Harris. Sementara pengakuan  Nipto Anin mantan Kadistamben Pelalawan, pada awal tahun 2013, rasio masyarakat Pelalawan yang mendapat pelayanan listrik dari PT. PLN (Persero) baru mencapai 21%, padahal kabupaten Pelalawan adalah salah satu daerah penghasil gas di Provinsi Riau.Dengan program “Pelalawan Terang”, maka BUMD Tuah Sekata Milik Kabupaten Pelalawan bekerjasama dengan Investor Swasta, membentuk Perusahaan Patungan PT. Langgam Power yang bekerja untuk membangun Pembangkit Listrik Tenaga Mesin Gas (PLTMG).Pembangkit ini sejak Agustus 2013 untuk Tahap I, sudah beroperasi menghasilkan daya listrik sebesar 15 MW, dengan memanfaatkan 3 MMSCFD natural gas dari EMP Bentu Limited. Daya Listrik sebesar 15 MW tersebut selanjutnya didistribusikan oleh PT. PLN Wilayah Riau dan Kepulauan Riau kepada masyarakat Pelalawan sehingga sudah dapat menaikkan rasio elektrifikasi masyarakat Pelalawan dari 21% menjadi 41%.Pembangkit PLTMG Langgam Power juga sudah mendatangkan pendapatan bagi pemerintah daerah karena memasukan peran Pemda melalui BUMD untuk memiliki investasi saham di dalamnya.Diakhir tahun lalu, Bupati HM Harris, saat melakukan penambahan daya PLTMG Langgam Power sebesar 35 MW dari daya yang telah disitribusikan kepada masyarakat sebesar 15 MW, menyatakan optimismenya dalam mengatasi krisis listrik yang terjadi.

 

“Kita  optimis dengan adanya PLTMG Langgam Power ini, krisis listrik dapat diatasi. Seluruh masyarakat Pelalawan yang ada di 12 kecamatan sudah menikmati penerangan listrik serta terbebas dari krisis listrik.Keberhasilan itu dicapai berkat penambahan menjadi 12 mesin PLTMG Langgam Power pada tahun lalu sehingga bisa menghasilkan daya 35 MW. Sementara ini, pasokan listrik hanya diprioritaskan untuk masyarakat Pelalawan. Tapi jika PLN akan mendistribusikan listrik itu ke daerah tetangga seperti Pekanbaru dan Inhu, Langgam Power telah siap. "Yang jelas, ketersediaan daya yang 35 megawatt tadi belum semua terpakai,"ujarnya. 

 

Bupati Pelalawan sendiri HM Harris mengaku belum puas dengan apa yang telah dicapai sampai saat ini karena awalnya PLTMG ini dicita-citakan akan memiliki kapasitas  sebesar 200 MW. Oleh karena itulah, pihaknya hingga kini masih membuka peluang investasi selebar-lebarnya untuk investor dengan berjanji akan mempermudah investasi karena tujuannya untuk kepentingan masyarakat agar bisa terterangi. Bukan hanya untuk masyarakat Pelalawan saja, tapi juga bagi kabupaten tetangga yang masih kekurangan listrik. Hal itu sesuai dengan targetnya pada 2015 lalu  seluruh masyarakat Kabupaten Pelalawan yang berada di 12 Kecamatan akan merasakan listrik. Saat ini yang masih sulit adalah Kecamatan Teluk Meranti dan Kuala Kampar dan jika berlebih akan disalurkan ke Kabupaten tetangga.  

 

Kondisi listrik di kabupaten Pelalawan sebelum dibangun PLTG Langgam dan PLTG diLirik kabupaten Inhu, kondisi listrik yang bias menerangi rumah sebesar 21 persen kawasannya teraliri arus listrik. Selebihnya masih hidup 'di jaman batu'. Tanpa listrik sama sekali atau menghadirkan energi listrik dengan cara swadaya.Kondisi itulah yang menjadi perhatian serius dari Bupati H Muhammad Harris. Dalam pandangannya, listrik adalah kunci dari kemajuan sebuah daerah, selain infrastruktur jalan dan jembatan.

 

Hidup di masa sekarang dan terlebih di masa mendatang akan semakin tergantung pada ketersediaan listrik.Berangkat dari pemikiran itulah, sejak diberi amanah menjadi orang nomor satu di kabupaten dengan sejarah masa lalu yang gemilang tersebut, M Harris sudah menetapkan harapan, bahwa daerahnya harus mampu mengatasi krisis energi. Berjuang keras utuk mewujudkan swasembada listrik.

 

Kondisi warga dipedesaan dikabupaten Pelalawan belajar masih pakai lampu Pelita sebelum dilaksanakannya program Pelalawan terang.  

 

Ketersediaan bahan baku yang melimpah diyakininya menjadi solusi terbaik dari impian mulia membawa masyarakat Pelalawan 'dari gelap menuju terang'. Maka, terlahirlah gagasan membangun Pembangkit Listrik Tenaga Mesin Gas (PLTMG).Semula semua seolah akan begitu mudah diwujudkan. Sebagai kepala daerah, Bupati M Harris mestinya tak susah melaksanakan program strategis tersebut. Tetapi dugaannya meleset. Tak mudah membangun kesepahaman dengan banyak pihak terkait 'mimpi masa depan' tersebut. Ide yang disampaikan dalam sejumlah diskusi terkesan dianggap bagai pungguk merindukan bulan. Jauh panggang dari api. Program bertajuk 'Pelalawan Terang' dianggap sebatas konsep. Untuk menunjukkan keseriusannya, mantan Ketua DPRD Pelalawan tersebut mengambil langkah mengejutkan dengan menyumbangkan tanah pribadi seluas dua hekta di Jalan ring road PT RAPP, KM 12 Langgam yang berdekatakan dengan lokasi perushaan pengeekspolitasi gas yaitu Seng Gate PT Kalila, perusahaan pengelola gas di Pelalawan.

 

 Bupati M Harris langsung bangun PLTMG Langgam menggandeng pihak ketiga PT Navigate Energy tampil sebagai mitra utama melalui proses lelang yang transparan. Hanya saja dalam prosedur pembelian gas ternyata tak semuda membeli bensin di SPBU. Banyak regulasi yang berbelit dan rumit. Terlebih ketika itu sedang ada masa peralihan lembaga pengelola industri migas. Dari Badan Pelaksana Usaha Hulu Migas (BP Migas) kepada Satuan Kerja Khusus kegiatan (SKK) Migas.Dampaknya, PLTMG Langgam yang semula ditargetkan akhir 2012 sudah menderum turbinnya dan membuat Pelalawan benderang, berjalan bagai siput. Perjanjian jual beli gas (PJBG) sudah dibicarakan antara Pemkab Pelalawan dan PT Kalila harus diulang ke pangkal kaji. namun ia terus menyemangati diri sendiri. Angka-angka yang dibicarakan mengenai harga PJBG kerap sulit disepakati, namun akhirnya tercapailah standar harga dunia sebagai patokan. Pemkab Pelalawan dan PT Kalila pun mencapai mufakat.Kesabaran dan perjuangan Bupati M Harris pada ujungnya berbuah manis. Pembangunan proyek PLTG Langgam beroperasi  berkapasitas 15 megawatt (MW) tersebut bisa bertepatan dengan hari jadi Kabupaten Pelalawan ke-14, 12 Oktober 2013 hingga  mulai terdistribusi ke sejumlah wilayah kecamatan. Kini daerah tersebut tak sepenuhnya tergantung pasokan listrik dari RAPP.

 


Kepala BPPT Dr Ir Marzan A Iskandar mewakili Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa resmikan pemakaian PLTMG Langgam-Pelalawan Jumat (25/10/2013) lalu.

 

Tepatnya, Jumat (25/10/2013) lalu proyek prestesius ini akhirnya diresmikan pemakaiannya. Peresmian tersebut dilaksanakan oleh Kepala BPPT Dr Ir Marzan A Iskandar mewakili Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa yang di hadiri oleh forum pimpinan daerah, pejabat pemerintah, sejumlah perwakilan perusahaan dan tokoh masyarakat di gedung daerah.Peresmian tersebut walaupun seringkali tertunda namun akhirnya berjalan lancar setelah sekian bulan PLTMG melakukan uji coba namun tidak terjadi masalah hal ini menandakan kalau PLTMG tersebut beroperasi sesuai dengan rencana.Ditargetkan Daya PLTMG Capai 200 MW.

 

Kepala BPPT, Marzan A Iskandar meresmikan Pembangkit Listrik Tenaga Mesin Gas (PLTMG) PT. Langgam Power, launching PLTMG dengan kapasitas daya 15 Megawatt ditandai dengan menekan tombol sirene didampingi Bupati Pelalawan HM. Harris, Direktur PT. Langgam Power Lukman Situmorang, Manager PLN Wilayah Riau Kepri Djoko Raharjo dan Manager Navigate Energy Otsman Al Bouksumy, (25/10) Pelalawan.

 

Marzan menambahkan, satu yang harus dibanggakan di Kabupaten Pelalawan ini adalah bahwa listrik yang dihasilkan dari PLTMG itu tidak sama sekali mengeluarkan emisi CO2.Jadi dengan menggunakan energi yang bersih bebas dari CO2,terpenuhilah kebutuhan energi   menjadi cita-cita masyarakat global”.

 

Meskipun, tahap awal kapasitas daya yang dihasilkan oleh PLTMG baru 15 MW. Akan tetapi ini sebuah langkah maju. "Tadi saya kelapangan, pak bupati menyebutkan bakal melakukan penambahan daya lagi yakni dengan membangun pembangkit baru dengan kapasitas mencapai 50 MW. Jika hal ini terealisasi sudah barang tentu Pelalawan bisa mengekpor daya ke daerah lain,khususnya ke Pekanbaru" ujar Marzan.

 

Pembangkit yang dibangun Pemkab Pelalawan ini, saat ini mampu menghasilkan daya listrik 15 MW untuk mengaliri 8 kecamatan atau 1.500 unit rumah di kabupaten tersebut. Kapasitas itu akan terus ditambah hingga 200 MW pada 2012.Direktur PT Langgam Power Saud Situmorang mengungkapkan, pembangunan PLTMG Langgam Power bermula hanya dari mimpi Bupati Pelalawan HM Harris yang bertekad mengatasi krisis listrik di Pelalawan yang elektrifikasinya hanya 21 persen. Kemudian, pada April 2012, dilakukan kerja sama antara PT Navigate Energy dengan PD BUMD Tuah Sekata hingga terbentuklah PT Langgam Power yang dikemas dalam program ‘’Pelalawan Terang’’.‘’Bapak HM Harris paling berjasa atas pembaginan PLTMG ini dengan melakukan konversi gas menjadi listrik. Hingga kini, PLTMG Langgam Power telah beroperasi dengan daya yang keluar sebesar 15 MW dan akan menargetkan pertengahan 2014 menjadi 50 MW,’’ terangnya.

 

Sementara itu, Bupati Pelalawan HM Harris menyebutkan, pembangunan PLTMG Langgam Power merupakan tindak lanjut dari kesepakatan April 2012 lalu, dimana Kabupaten Pelalawan menjadikan Kawasan Ekonomi Industri Hilir terpadu berbasis teknologi yakni Kawasan Teknopolitan.Untuk memenuhi program itu, didirikanlah PLTMG Langgam Power. Pada 7 Agustus 2013, PLTMG Langgam Power ini telah beroperasi dengan melakukan kerja sama dengan PT PLN WRKR untuk mendistribusikan listrik kepada masyarakat.‘’Sekarang baru 15 MW arus daya listrik yang keluar yang telah mengaliri listrik di 8 kecamatan dengan 1.500 unit rumah warga. Sedangkan untuk empat kecamatan lainnya seperti kecamatan Kerumutan, Kuala Kampar dan Teluk Meranti, masih belum dapat dialiri listrik karena keterbatasan anggaran,’’ ujar Harris.

 

 

Untuk itu, lanjut Harris, pada pertengahan 2014 mendatang, kekuatan daya listrik PLTMG Langgam Power akan ditingkatkan menjadi 50 MW dan ditargetkan pada 2021 mencapai 200 MW. Menurutnya, ia yakin akan bisa memenuhi seluruh keperluan listrik di Pelalawan bahkan kabupaten/kota yang ada, sehingga ‘’Pelalawan Terang’’ benar-benar dapat terwujud seperti yang diinginkan.

 

PLN sendiri sebagai pendistribusi daya listrik yang saat ini memiliki dua sumber energi lisatrik yakni dari pembangkit Listrik PT.Langgam power sebesar 35 MW dan RPE sebesar 10 MW dengan total daya dari keduanya yang dikelolah oleh PLN sebesar 45 MW.Dari jumlah daya tersebut mereka harus memenuhi kebutuhan pelanggannya sebanyak lebih kurang 62.609 rumah tangga dari total rumah tangga pelalawan 94.618 sehingga rasio elektripikasi (rumah tangga berlistrik ) sekitar 44,20 persen.

 

Sementara itu, BUMD PD. Tuah Sekata Pelalawan mengelola listrik yang daya nya dari RPE sebesar 5,5 MW untuk mengaliri 7.159 rumah tangga persentase rasio elektripika 27,57 persen. Jadi total rasio elektripika PLN dan BUMD sebesar 71,75 persen. Disamping itu, ada juga arus listrik yang berasal dari PLTD swadaya masyarakat sebesar 7,5 MW yang mengaliri 17.602 dengan persentase rasio eletripika 24,67 persen rumah tangga yang berlistrik. Hanya saja PLTD hanya hidup 12 jam hingga 6 jam.Bupati Pelalawan HM Harris mengatakan, bahwa untuk mewujudkan segala upaya Pelalawan menjadi terang benderang terus dilakukan dengan cara pembangun pembangkit listrik tenaga gas ( PLTG) yang kini kondisi dayanya sudah mencapai 50 MW. Pembangunan Pelalawan Terang dianggarkan melalui APBD Pelalawan setiap tahun melalui program percepatan pembangunan infrastruktur desa dan kelurahan (PPIDK) sebagai program nyata Bupati Harris, Distamben dan BUMD Wujudkan Mimpi Pelalawan Terang.

   

Hingga mimpi masyarakat Pelalawan yang mendambakan daerahnya bisa di aliri Listrik selama 24 jam nonstop telah mewujudkan Pelalawan menjadi terang sudah direalisasikan oleh HM Harris.Alhamdulillah yang tadinya rencana besar Bupati Harris ini mendapat cemoohan oleh orang-orang yang tidak suka dengan nya dan ternyata upaya Bupati Harris menjadikan Pelalawan Terang telah terbukti bukan karya kata tapi sudah menjadi karya nyata, dan pastinya masyarakat sudah merasakan manfaatnya bahkan bukan masyarakat pelalawan saja melainkan masyarakat dari kabupaten kota tetangga yang daerahnya mengalami devisit pasokan listriknya.

 

Dalam pelaksanaannya untuk menjadikan Pelalawan terang ternyata harus melibatkan sejumlah instansi sebagai pengelolahnya yakni selain dari Distamben selaku SKPD yang menangani pelaksanaan program pemerintah daerah bersama dengan BUMD dan menggandeng perusahaan besar PT Navigate dan PT Langgam Power selaku perusahaan yang menangani masalah teknis mesin pembangkitnya.Setelah melakukan uji coba dan ternyata berhasil maka Perusahaan Listrik Negara (PLN) milik BUMN yang ada di wilayah Sumbagut ternyata melirik daya listrik yang dihasilkan oleh PLTG Langgam Power saat itu yang tujuannya membeli daya dari pembangkit listrik PLTG Langgam Power guna memenuhi kebutuhan listrik  di Riau khususnya di Kabupaten Pelalawan selaku daerah penghasil daya. Pemda Pelalawan lewat anggaran APBD nya melalui Satuan Kerja Perangkat Daerah masing-masing seperti Dinas Pertambangan dan Energi (Distamben) serta Badan Pemberdayaan Masyarakat Pemerintahan Desa (BPMPD) dengan anggaran PPIDK nya bersama PLN dengan anggarannya sendiri secara bersama-sama langsung membangun jaringan listrik mulai dari pusat pembangkitnya sampai ke kecamatan-kecamatan hingga kede-sa-desa dan keluarhan yang belum dialiri listrik dikabupaten Pelalawan.

 

 

Hasilnya saat ini bisa dilihat dan dirasakan warga, hanya kurang dari lima tahun untuk menunggu realisasi Pelalawan terang bisa terwujud, dan mimpi warga bisa merasakan listrik 24 jam pun terwujud dengan biaya yang tidak besar bila dibandingkan dengan penggunaan listrik dari PLTD sebelumnya.

 

Wacana kedepan, pengembangan listrik hingga ke daerah pesisir Kabupaten Pelalawan yakni Kecamatan Kuala Kampar dan Teluk Meranti dengan pembangunan jaringan pembangkit dari Desa Petani Kecamatan Bunut hingga Desa Sokoi Kecamatan petani Bunut sampai ke desa sokoi kuala kampar. “Dengan syarat dibangun pembangkit tersendiri sebesar 10 MW. Karena tidak sangat mungkin arus listrik diambil dari PLTMG Langgam Power hingga daerah perairan yang mencapai 300 KM,” paparnya.bupati Minta Distamben Bangun Jaringan Listrik BUMD

 

 Pertemuan antara Pemkab Pelalawan dengan SKK Migas dan pihak Langgam Power Untuk memenuhi kebutuhan suplay listrik di Kabupaten Pelalawan, Bupati M Harris sempat meminta kepada pihak Distamben untuk membuat jaringan baru terutama jaringan listrik BUMD yang mengambil arus listrik dari Pembangkit PLTMG Langgam Power agar tidak memberatkan beban yang ada di Riau Pulp Energi (RPE).Dengan demikian, kata dia, antara PLN dan BUMD saling berbagi untuk mendapatkan suplay arus listrik dan menambah beban dari pihak RPE yang akan disalurkan atau didistribusikan kepada ribuan calon pelanggannya yang masih berharap sehingga pemerataan untuk merasakan Listrik bagi warga bisa dirasakan .

 

 

Kemudian  hasil pertemuan antara Pemkab Pelalawan dengan Wapres RI Jusuf Kalla di Istana Wakil Presiden pada Rabu (6/5) di Jakarta, Bupati Pelalawan HM Harris menawarkan bantuan pembangunan pembangkit listrik berkapasitas 200 MW di PLTMG Langgam Power.Tawaran Bupati Pelalawan ini, ditanggapi positif oleh Wapres JK siap membantu Bupati Harris. Untuk itu, Bupati Pelalawan selama dua tahun ke depan ini akan bangun turbin berkapasitas 155 MW lagi dari jumlah 45 MW daya listrik yang tersedia di PLTMG Langgam Power. Bupati Harris mengaku dirinya bersama Ketua DPRD Pelalawan Nazarudin dan rombongan menawarkan kesiapan Pemkab Pelalawan dalam membangun pembangkit listrik untuk membantu pemerintah pusat dalam mengatasi krisis listrik di Riau, khususnya di Kabupaten Pelalawan.”Ya, tawaran kami itu disetujui Wapres dengan mempelajarinya dan akan menyampaikan hasilnya dalam waktu dekat ini pada Pemkab Pelalawan. Khusus untuk pembangunan penambahan pembangkit listrik di PLTMG Langgam Power tersebut, jika usulan kami dikabulkan pusat, maka kami akan bangun pembangkit penambahan daya sebesar 155 MW lagi. Sekarang ini kan kapasitas daya di PLTMG Langgam Power sudah ada 45 MG jadi untuk mencukupkan kapasitas 200 MW akan bangun lagi 155 MW seperti ditawarkan pada Wapres saat pertemuan kemarin,” terang Bupati.

Sementara dari pengakuan Pelaksana harian Menejer PLN Pangkalan Kerinci Hendra saat ditemui diruangkerjanya Senin siang (22/5/2017) di Pangkalan Kerinci mengatakan bahwa sekarang dari data rasio elekritifikasi penggunaan listrik ditengah masyarakat di kabupaten Pelalawan sudah mencapai 54,77 persen diluar dari pendistribusian daya listrik diberikan PT.RAPP Pangkalan Kerinci.Sekarang permasalahan pendistribusian daya listrik ke kedesa-desa terdapat kendala pendistribusian antar Desa seperti Sei Ara, Pangkalan panduk, rangsang,Kuala panduk,Terbangiang,Bukit kesuma dan Tanjung Air Hitam dan beberapa desa lainnya.Hal itu terjadi karena masing-masing desa membangun jaringan listrik didesanya masing-masing melalui dana PPIDK Pelalawan dan langsung dibangun jarinagn listrik kedesa tetangganya.”Kini pihak PLN sedang melakukan proses pembahasan mencarri solusinya untuk bias dibangun penyambungan jaringan listrik antar desa tersebut sehingga jaringan litsrik antar desa bias  terkoneksi,”tegasnya.

 

Sekarang sebut Hendra, pendistribusian daya listrik dikabupaten pelalawan oleh PLN ketengah  masyarakat Pelanggan dari Gardu Induk (GI)  Pangkalan Kerinci. Dari GI itu pasok pendistribusian listrik dari PLTMG langgam, dari PLTMG Lirik dan dari daya Listrik dari PT.RAPP Pangkalan Kerinci.”Khusus untuk pendistribusian listrik dikecamatan teluk Meranti dan dikecamatan Kuala Kampar dipasok listrik dari PLTD yang dibangun oleh PLN sendiri untuk memenuhi  kebutuhan listrik pada masyarakat didua kecamatan tersebut,”tegas Hendra.(suhemri hasan/edvertorial/DPR).      

 

Berita Terkait

Wabup Jamri Pimpin Apel Siaga Sensus Ekonomi 2026

Labuhanbatu, Portalriau.com- Wakil Bupati Labuhanbatu, H. Jamri, ST., memimpin Apel Siaga Sensus Ekonomi 2026 yang digelar di Lapangan Diklat BKPP Kabupaten Labuhanbatu, Kamis (18/06). Kegiatan…...

Wakil Bupati Labuhanbatu Ikuti Zoom Meeting Penyaluran Transfer ke Daerah Untuk Bantuan Bencana se-A

Labuhanbatu, Portalriau.com- Wakil Bupati Labuhanbatu mengikuti Zoom Meeting Penyaluran Transfer ke Daerah (TKD) untuk bantuan daerah terdampak bencana se-Aceh yang dipimpin langsung oleh Menteri Dalam…...

Bupati Labuhanbatu Sambut Kepulangan 217 Jamaah Haji Kloter 13 di Asrama Haji Medan

MEDAN,Portalriau.com– Bupati Labuhanbatu, dr. Hj. Maya Hasmita, Sp.OG, MKM, menyambut langsung kepulangan Jamaah Haji Kelompok Terbang (Kloter) 13 asal Kabupaten Labuhanbatu di Asrama Haji Medan,…...

217 Jama'ah Haji Labuhanbatu Tiba di Bumi Ika Bina En Pabolo

Labuhanbatu,Nusa24.com- Suasana khidmat dan penuh haru menyelimuti Bumi Ikata Bina En Pabolo saat Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu menyambut kepulangan rombongan jemaah haji asal daerah tersebut, di…...

Meriahnya Perayaan 1 Suro di Desa Kampung Baru, Ribuan Warga Antusias Ikuti Kirab Budaya Jawa

Labuhanbatu, Portalriau.com- Suasana penuh semangat dan kebersamaan mewarnai perayaan Tahun Baru Islam 1448 Hijriah yang bertepatan dengan 1 Suro 1960 Jawa di Desa Kampung Baru,…...