Masih dikatakan Sekda Inhil, kondisi perkebunan kelapa yang rusak semakin diperburuk dengan rendahnya harga kelapa yakni berkisar Rp1.800 per butir dan itu pun tidak dibayar langsung.
Sementara di perbatasan Guntung, kapal Malaysia sudah menanti untuk membeli kelapa petani lokal dengan harga yang cukup tinggi yakni Rp2.800 hingga Rp3 ribu setiap butirnya dan dibayar langsung.
"Kalau kelapa dibeli dengan harga yang pantas, otomatis petani kita tidak akan menjual hasil kebunnya kepada asing. Ini harus menjadi perhatian pemerintah," imbuh Said Syarifuddin dalam forum yang dihadiri beragam asosiasi terkait penanaman modal. (DPR/Advertorial/Humas)