Plt Bupati Rohul, Tanaman Sudah Menjadi Isu Stratgis Internasional
Portalriau.com - ROKAN HULU - Plt Bupati Rokan Hulu (Rohul) H.Sukiman, melakukan panen perdana tanaman jagung hibrida di Dusun Tobat, Desa Tambusai Timur Kecamatan Tambusai, Pemkab Rohul kini memfokuskan program itu, karena sudah menjadi isu strategis internasional.
"Tanaman jagung dan kedelai merupakan tanaman alternatif untuk persoalan pangan yang menjadi salah satu isu strategis dunia saat ini," sebutnya, Kamis (28/7).
Dia mengajak seluruh masyarakat untuk dapat mensukseskan program upaya khusus Pajale, dengan kembali bersemangat untuk menanam padi, Jagung, kedele dan tanaman holtikulura dilahannya
Diharapkan kepada Pemprov Riau, selain membantu bibit unggul, juga membantu pupuk, sehingga hasil produksi pertanian di Rokan Hulu semakin meningkat. "Kalau hari ini bantuan bibit 1.000 hektar, kedepan lebih ditingkatkan lagi, tetapi harus juga dibantu pupuknya sehingga hasil panenya memuaskan," tuturnya
Sukiman mengaku bangga, melihat hasil produksi tanaman Jagung milik petani Desa Tambusai Timur. Tentunya kedepan luas tanam lebih ditingkatkan, sehingga hasil produksi tanaman jagung Hibrida di daerah ini lebih menggembirakan.
Kepala Dinas TPH Rohul Mubrizal menyampaikan kegiatan pengembangan jagung hibrida ini merupakan program kegiatan tugas pembantuan yang didanai APBN Tahun Anggaran 2016.
Untuk Kabupaten Rohul tahun ini memperoleh bantuan pengembangan jagung jenis hibrida Varitas Bima Premium 919 Hibrida seluas 1000 ha, dan sudah mulai ditanam sejak bulan Maret- April di 46 desa yang tersebar di sejumlah kecamatan di Rohul
Sementara untuk Kecamatan Tambusai, pengembangan jagung hibrida di tanam di lahan seluas 120 hektar, sedangkan untuk Desa Tambusai Timur, dialokasikan seluas 20 hektare, dengan kelompok tani maju bersama sebagai pelaksana.
Kepala Dinas Perternakan dan Pertanian Provinsi Riau drh Askardya R Patrianov MP dalam sambutanya menyampaikan, pengembagan Jagung Hibrida merupakan arahan langsung mentri pertanian untuk mengurangi ketergantungan jagung impor.
Dalam pengembagan jagung hibrida ini pemerintah menargetkan pengembangan jagung hibrida dengan luas hampir 1 juta hektar di seluruh Indonesia.
Dia mengucapkan terima kasih kepada Kementrian Pertanian RI dan Dinas TPH Rohul berserta jajaran yang telah bekerja maksimal, dalam mensukseskan program pengembangan jagung hibrida di daerahnya.
"Rokan Hulu performancenya luar biasa, saat ini dari total keseluruhan hasil produksi jagung di Riau, Rohul menyumbang 5 persen," tuturnya.
Patrianov menyebutkan, Riau ditargetkan untuk pengembangan Jagung Hibrida seluas 96 ribu hakter, dimana Rohul menjadi salah satu daerah yang berpotensi memproduksi Jagung untuk memenuhi kebutuhan target yang ditetapkan. "Kita berharap banyak kepada Pemkab Rohul untuk mensukseskan program upaya Khusus Pajale (Padi, Jagung dan Kedele)," tutupnya. (DPR/Advertorial/Humas)