Rasio PAD Inhil Rendah, Bupati Minta Semua Bekerjasama Mengevaluasi dan Mencari Solusi
Portalriau.com - TEMBILAHAN - Rasio kemandirian PAD (Pendapatan Asli Daerah), Inhil, Riau masih sangat rendah yaitu hanya sekitar 5 persen. Artinya 95 persen pendapatan berasal dari Pusat dan Provinsi Riau. Untuk itu, seperti yang dikatakan Bupati Inhil, HM Wardan, perlu kerjasama semua pihak agar PAD dapat ditingkatkan lagi. ''Misalnya dari data tahun 2015, masih ada beberapa sumber penerimaan pajak dan retribusi daerah belum mencapai target. Hal tersebut agar dievaluasi dan dicarikan solusi sehingga kita mampu memenuhi kebutuhan masyarakat terhadap tuntutan pembangunan yang sangat besar,'' sebut pemimpin Negeri Seribu Parit itu. Apalagi, dikatakannya berdasarkan rekapitulasi usulan masyarakat yang disampaikan pada Musrenbang kecamatan dan Forum SKPD beberapa waktu yang lalu, setelah dilakukan rasionalisasi terhadap seluruh usulan maka diperoleh total usulan sebesar Rp5,99 triliun. Sedangkan rencana anggaran sesuai dengan RPJMD Inhil tahun 2013-2018 hanya sebesar Rp1,22 triliun. Sehingga hanya 20,67 persen saja usulan masyarakat yang dapat direalisasikan. ''Untuk itulah, pembangunan perlu direncanakan agar anggaran yang terbatas tersebut dapat digunakan secara efektif dan efisien,'' lanjutnya. Selanjutnya, ia juga mengharapkan harapkan kepada kepala SKPD agar mengikuti perkembangan pembahasan Musrenbang guna menetapkan program kegiatan prioritas SKPD yang akan dimasukan dalam dokumen RKPD Tahun 2016. ''Perlu menjadi catatan bahwa nantinya dalam menyusun PPAS maupun APBD, setiap SKPD wajib berpedoman kepada RKPD sehingga tidak ada lagi program kegiatan dalam PPAS maupun APBD yang tidak tercantum dalam RKPD,'' tukas HM Wardan. (DPR/Advertorial/Humas)