Inilah Pernyataan Rusli Terkait Tersangka Dirinya
PEKANBARU, PORTALRIAU.COM - Gubernur Riau Rusli Zainal, akhirnya membuat pernyataan resmi setelah KPK menetapkanya sebagai tersangka untuk tiga dugaan kasus tindak pidana korupsi. Pernyataan Gubernur Rusli diterima tribunpekanbaru.com melalui rilis pers dari Biro Humas Setdaprov Riau, Jumat (8/2/2013) malam. Berikut pernyataan Gubernur Rusli Zainal:
Saya akui, ini merupakan cobaan berat yang harus saya hadapi sebagai politisi dan pemimpin Riau. Semua butuh pengorbanan, sebagai seorang politis saya sudah menyadari resiko ini.
Saya tidak menaruh sakit hati kepada orang yang mendesak saya jadi tersangka. Sejak saya didesak jadi tersangka saya tidak akan sakit hati, saya tulus dan ikhlas.
Saya akui, saya terjun ke dunia politik semata-mata ingin membuat perubahan di negeri yang terkenal kaya tapi belum mampu memberikan kesejahteraan kepada masyarakat. Jadi Gubernur bukan hadiah tapi melalui perjuangan yang berat dan hebat, dan Gubernur bukan target hidup saya tapi keinginan dan berkah dari Allah SAW.
Bagi saya, biarlah orang bicara, dengan ditetapkan saya sebagai tersangka merupakan akhir karier politiknya, saya yakin semua akan kembali tenang.
Ada yang mengatakan karier politik saya habis dan hancur, satu hal pemimpin sejati tidak lahir dengan mudah tapi melalui terjangan ombak dan badai, insya allah semua akan kembali tenang.
Jabatan adalah amanah dan titipan, kapanpun diambil saya ikhlas, saya hanya rakyat biasa yang bercita-cita ingin membawa perubahan bagi Riau. Doakan yang terbaik bukan saja buat saya tapi demi mimpi Riau yang cemerlang dan terbilang.
Saya boleh jadi tersangka tapi apa yang sudah saya pancangkan dalam mewujudkan mimpi Riau tidak boleh padam dan mati. Kebangkitan Riau jangan jadi slogan saja. Perjuangan Riau sebagai negeri yang kaya harus dilanjutkan.
Riau negeri yang kaya raya, memberi makan seluruh rakyat indonesia. Tapi rumah kita sendiri miskin luar biasa ini yang saya perjuangkan bertaruh badan dan kehormatan. Meski orang menilai tidak mampu, kita buktikan kita bisa.
Pengalaman saya di Inhil, dulu sungai sejengkal saja rakyat Riau harus menggunakan sampan dan rakit. Jalan tanah terbentang dari Pakning, Dumai, Rokan Hilir yang hanya dapat dipacu 5 KM/jam, kini sudah bisa dilalui dengan kecepatan 120 KM.
Apa yang saya hadapi saat ini tidak menjadi halangan bagi saya untuk terus menjalankan tanggung jawab.
Hari Senin nanti saya akan beriktiar dengan memimpin upacara akbar. Saya beriktiar dan saya memiliki tanggungjawab memastikan semua harus jalan baik, pintu pagar saya buka selebar-lebarnya. Seluruh rakyat dengarkanlah, mari adik-adik yang acap kali membawa spanduk mendemo saya.
Pejuangan Riau belum selesai masih banyak yang harus diperbuat demi mewujudkan mimpi Riau. Doakan saya agar tegar melalui cobaan yang cukup berat ini.
Setelah pulang dari Jakarta, saya akan berkumpul dengan keluarga yang selama ini sering terabaikan. Saya ingin lebih banyak mengisi hari dengan keluarga. Selama menjabat Gubernur tidak sempat berfikir banyak untuk keluarga. (*)